REVIEW ARTIKEL ILMIAH: "𝑨𝑷𝑳𝑰𝑲𝑨𝑺𝑰 𝑬𝑽𝑨𝑳𝑼𝑨𝑺𝑰 𝑲𝑬𝑹𝑼𝑺𝑨𝑲𝑨𝑵 𝑱𝑬𝑴𝑩𝑨𝑻𝑨𝑵 𝑩𝑬𝑻𝑶𝑵 𝑩𝑬𝑹𝑩𝑨𝑺𝑰𝑺 𝑺𝑰𝑺𝑻𝑬𝑴 𝑷𝑨𝑲𝑨𝑹 𝑫𝑬𝑵𝑮𝑨𝑵 𝑻𝑬𝑲𝑵𝑶𝑳𝑶𝑮𝑰 𝑨𝑵𝑫𝑹𝑶𝑰𝑫"


APLIKASI EVALUASI KERUSAKAN JEMBATAN BETON BERBASIS SISTEM PAKAR DENGAN TEKNOLOGI ANDROID

M0519025 Ayu Setyo Damayanti Penulis Mahasiswa Program Studi Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam


A.  Latar Belakang

Jembatan merupakan bagian infrastruktur transportasi yang mempunyai peran vital dalam
menghubungkan satu tempat dengan tempat lain yang terpisah oleh kondisi geografis alam. Evaluasi
kondisi keberadaan jembatan secara berkala sangat diperlukan karena beban yang melewati jembatan dari tahun ke tahun semakin meningkat akibat peningkatan aktifitas masyarakat dan hal ini dapat menyebabkan terjadinya deteriorasi pada jembatan beton yang merupakan proses penurunan kemampuan layang jembatan beton karena beberapa faktor.
                Sesuai yang ditulis pada jurnal riset Aplikasi Evaluasi Kerusakan Jembatan Beton Berbasis Sistem Pakar dengan Teknologi Android, bahwa penurunan kualitas jembatan beton yang tidak terhindarkan perlu mendapatkan penanganan yang efektif dalam tindakan dan efisien secara biaya sehingga perlu dilakukan pengambilan keputusan yang tepat.  Oleh sebab itu, penulis tertarik untuk mengulas jurnal yang menawarkan solusi berbasis aplikasi yang menggunakan teknologi android ini.

B.  Tujuan Artikel Ilmiah

                Tujuan artikel ilmiah ini adalah untuk mengimplementasikan sistem pakar pada aplikasi berbasis Android pada telepon pintar sebagai salah satu solusi mengevaluasi tingkat kerusakan jembatan beton dengan cara mengambil data kerusakan jembatan beton secara visual.

C.  Pembahasan

                Beberapa hal pokok yang berkaitan dengan kegiatan penelitian ini adalah tentang teknologi sistem pakar dan platform Android.  Sistem pakar adalah program artificial intelligence yang menggabungkan pangkalan pengetahuan (knowledge base) dengan sistem inferensi dimana sistem ini merupakan bagian piranti lunak spesialisasi tingkat tinggi yang berusaha menduplikasikan keahlian seorang pakar, dalam hal ini pakar rekayasa khususnya struktur jembatan.  Sedangkan Android merupakan opensource platform software untuk telepon pintar yang dikembangkan oleh Google dan sangat massif dalam pemakaiannya serta dapat dikembangkan kembali dengan IDE yang sudah disediakan yaitu Android Studio.
                Penelitian ini diawali dengan survei di beberapa jembatan beton di wilayah Surakarta yang mengalami kerusakan baik yang ringan maupun yang berat antara lain: Jembatan Dr. Oen barat, Jembatan Balai kota, Jembatan Kretek Gantung, Jembatan Pasar Legi, Jembatan Tanggul dan Jembatan Baron.  Langkah selanjutnya yaitu menentukan skema kerusakan dan tindakan yang akan diambil berdasarkan spesifikasi khusus dimana tiap kerusakan diklasifikasikan menjadi tiga bagian yaitu bagus, rusak ringan, dan rusak berat.
                Selanjutnya dilakukan penyusunan rule dengan tiga bagian yaitu komponen struktur bawah, komponen struktural (struktur atas) dan komponen non-struktural.  Rule untuk kelompok komponen akan mengevaluasi kerusakan pada ketiga bagian tersebut.  Untuk masing-masing kelompok dibuatkan rule seperti komponen vital akan mengevaluasi apabila komponen struktural bawah telah rusak berat, maka jembatan akan ditutup.  Lalu rule komponen struktural akan mengevaluasi apabila jembatan beton mengalami kerusakan maka akan dilakukan langkah perbaikan.  Pada komponen non-struktural seperti pagar pengaman rule yang digunakan lebih sederhana, hanya dicek jika terjadi
kerusakan sebaiknya selekasnya diperbaiki atau diganti.
                Untuk pembuatan aplikasi menggunakan software development Android yang berbahasa Java berbasis OOP(Object Oriented Programming) dengan fasilitas pengolahan data dan freeware.  Secara garis besar basis data relasional yang akan disusun terdiri atas 4 tabel, yaitu tabel user, bms_bridgebms_bridge_investigation dan bms_bridge_investigation_result.  Tabel user digunakan untuk mengelola pengguna (user) aplikasi nantinya.  Tabel bms_bridge dipergunakan untuk menyimpan data jembatan yang hendak dievaluasi.  Beberapa properti data jembatan seperti panjang (lengkang), lebar, tahun dibangunnya dan lainnya dapat dimasukkan disini.  Tabel bms_bridge_investigation dipergunakan untuk menyimpan hasil inspeksi tiap jembatan.  Selanjutnya hasil evaluasi menggunakan sistim pakar disimpan pada tabel bms_bridge_investigation_result yang berisi rekomendasi tindakan yang seharusnya dilakukan terhadap jembatan yang diinvestigasi.
                Script PHP diperlukan sebagai middleware yang menghubungkan antara aplikasi dengan server dimana aplikasi mengirimkan data ke server dalam format JSON (JavaScript Object Notation) yang merupakan kumpulan pasangan nama/nilai.  Lalu JSON akan diproses oleh script PHP yang terhubung dengan server basisdata MySQL.
                Untuk mendapatkan tingkat kerusakan jembatan maka aplikasi menggunakan standar PU sebagai acuan dan tabel proporsi pengaruh masing-masing komponen terhadap jembatan, selanjutnya masing-masing komponen diproses menggunakan algoritma yang sudah disusun untuk menghasilkan rating berdasarkan acuan standar PU untuk selanjutnya dikalikan sesuai dengan tabel proporsinya dan diakumulasikan sehingga didapatkan tingkat kerusakan jembatan.

D.  Kesimpulan

                 Pengimplementasian sistem pakar pada aplikasi berbasis Android pada telepon pintar untuk mengevaluasi tingkat kerusakan jembatan beton dilakukan dengan cara pembuatan rule pada tiga komponen dengan masing-masing komponen akan diberikan rule untuk mengevaluasi kerusakan komponen tersebut.  Selanjutnya, aplikasi dibuat dengan script PHP berisi beberapa tabel yang dapat mengevaluasi tingkat kerusakan jembatan yang nantinya akan menghubungkan aplikasi yang mengirimkan data berbentuk JSON (JavaScript Object Notation) kepada server.  Jadi, dengan adanya aplikasi yang memanfaatkan sistem pakar ini diharapkan bisa menjadi solusi yang tepat dalam mengatasi deteriorasi pada jembatan beton dan ketepatan pengambilan keputusan berdasar tingkat kerusakan jembatan.

Sumber:

Komentar